Sabtu, 19 Mei 2018

PRO DAN KONTRA BUDAYA SALING MENIKAH DI TENGAH KETURUNAN TOGA SIHOMBING

Artikel dibawah ini sangat baik untuk diketahui banyak orang, khususnya anak keturunan Toga Sihombing agar mampu memaknai dan memahami arti dari pro dan kontra secara arif dan bijaksana ... 

Sejarah atau peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau, seringkali menjadi hal yang tidak relevan untuk dibahas pada saat sekarang ini, mengingat situasi itu tidak mungkin dikembalikan kepada situasi seperti saat hal itu belum terjadi.

Hal yang sama juga terjadi pada sejarah Toga Sihombing, dimana keturunannya sudah saling menikah sejak dahulu kala, yang oleh beberapa alasan membuat mereka terpaksa melakukan itu. Tentu saja hal itu terjadi, oleh sebab dan alasan yang sangat masuk akal. 

Jika berusaha mencari informasi untuk menemukan kebenaran dari semua alasan yang beredar terkait diperbolehkannya keturunan Toga Sihombing saling menikah, kemungkinan untuk menemukan titik temu akan sulit. Pro dan kontra pasti akan terjadi, dan akan menimbulkan ketersinggungan bagi banyak pihak. Sebab setiap pihak akan bicara dan bertahan pada kebenaran menurut perspektif masing-masing.

Kami adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak setuju untuk melanjutkan budaya saling menikah diantara keturunan Toga Sihombing. Tetapi kami juga harus arif dalam menyikapi peristiwa itu, karena peristiwa itu memang sudah terjadi secara turun temurun.

Kami harus mencari akar masalahnya, paling tidak mendekati akar penyebab mengapa keturunan Toga Sihombing dahulu diputuskan untuk saling menikah. Dengan cara itu kami akan menemukan ketenangan batin, tanpa harus menyalahkan semua yang telah terjadi.

Perlu diketahui, bahwa kami tidak anti kepada mereka yang masih menjunjung teguh budaya saling menikah antar sesama keturunan Toga Sihombing. Tidak ada alasan bagi kami untuk melarang itu, karena memang tidak ada larangan untuk melakukan itu. Disamping sudah banyak contoh, tidak ada juga hal yang salah jika hal itu dilakukan. Jadi tidak ada alasan untuk anti, walau sebenarnya kami tidak sepaham.

Perlu juga diketahui, mereka yang masih menjungjung tinggi paham itu, tidak seluruhnya melakukan pernikahan sesama keturunan Toga Sihombing. Oleh karena itu, sebaiknya kita berusaha untuk saling mengerti dengan semua paham yang ada. Sehingga paham yang berbeda boleh menjadi keindahan, paham yang mendamaikan satu sama lain.


Semoga Bermanfaat .. HORAS, SALAM GEMILANG.